Dengan tahun baru ini mari kita bersama menyambut tahun baru dengan mempersiapkan diri menyongsong hari esok dengan berfastabiqul khaerat, berusaha menyatukan hati dan pikiran untuk memohon agar tahun mendatang menjadi lebih baik daripada tahun yang baru lewat.
Pergantian tahun dapat menjadi momentum bagi kita bersama untuk melakukan introspeksi dan berefleksi tentang apa yang telah kita perbuat. Refleksi semacam ini kian diperlukan agar kita senantiasa belajar dari pengalaman kita untuk senantiasa berusaha memperbaiki diri agar kita dapat bermanfaat bagi sesama manusia, cara ini dapat dilakukan dengan berusaha tidak membuat jarak antara ritual keagamaan dengan aspek sosial, ritual keagamaan selalu kita tuangkan dalan kehidupan sehari hari sebagai cerminan hasil dari ritual keagamaan kita. Karena dengan Adanya jarak kegiatan ritual dengan aspek sosial itu menandakan bahwa kegiatan ritual tak memberi dampak positif yang berarti terhadap kegiatan sosial kita.
Ditahun baru ini perlu Penyegaran semangat berfastabiqul khaerat untuk menghadapi dan menjawab persoalan-persoalan masa kini.seperti yang kita ketahui bersama bahwa bangsa ini telah terjadi krisis sosial dimana kita lihat dimedia media baik elektronik maupun media cetak biasa kita jumpai berita kriminal, korupsi, dll. itu menandakan bahwa kita mengalami pemiskinan dalam katagori spirit ketuhanan dan kemanusiaan-sosial. Sisi yang terakhir inilah yang seyogyanya memperoleh pengasahan lebih serius dan terus menerus.
Seruan untuk selalu berfastabiqul khaerat dalam bingkai spirit ketuhanan dan kemanusiaan ini barangkali akan dianggap cemohan belaka yang kemudian hilang ditelan bumi. Namun ia tetap bermakna untuk kita seruhkan, agar kehidupan kita tidak berjalan tanpa roh. Spirit tersebut dibutuhkan dalam upaya kita menjawab perubahan zaman -- tatkala kita membutuhkan ketahanan diri, kesungguhan yang lebih tegar, optimisme yang realistis, serta kebersamaan yang tidak timpang di antara sesama anggota masyarakat.
Di awal tahun baru 2013 ini, pantaslah kita bertanya kepada diri sendiri: ''Apa yang sudah kita lakukan bagi kebaikan bersama?'' -- dikaitkan dengan berbagai hal dan peristiwa, berbagai waktu dan kesempatan, berbagai orang dan kalangan. Adakah titik-titik dalam rentang waktu satu tahun yang baru silam kita telah mengukir kebaikan, menyenangkan orang lain (dalam kebaikan), dan seterusnya. Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin akan mengusik kita, namun di saat yang sama ia dapat menjadi pemicu bagi kita untuk berfastabiqul khaerat.
Pergantian tahun dapat menjadi momentum refleksi untuk berfastabuqul khaerat, dapat pula berlalu diam-diam tanpa arti.
(Bergerak untuk menjadi bagian dari sejarah
atau diam tertindas oleh sejarah )
by: ASPIKAL LANDU